Selasa, 05 April 2016

PERTEMUAN KEDUA: KOMUNIKASI INTRAPERSONAL, INTERPERSONAL, & komunikasi bermedia

KOMUNIKASI INTRAPERSONAL, INTERPERSONAL, & komunikasi bermedia  


1.      Komunikasi Intrapersonal
            Komunikasi intrapersonal adalah penggunaan bahasa atau pikiranyang terjadi di dalam diri komunikator sendiri. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui  proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan,  bukan pada suatu ungkapan ataupun obyek.
            Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; berdo‟a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif.Pemahaman diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan perubahan yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita, tetapi prilaku kita selama ini memainkan peranan penting bagaimana kita membangun pemahaman diri pribadi ini.
            Kesadaran pribadi (self awareness) memiliki beberapa elemen yang mengacu pada identitas spesifik dari individu (Fisher 1987:134). Elemen dari kesadaran diri adalah konsep diri, proses menghargai diri sendiri (self esteem), dan identitas diri kita yang berbeda beda (multiple selves). 
            Namun, pada tahun 1992, sebuah bab dalam Komunikasi Yearbook # 15, berpendapat bahwa “komunikasi intrapersonal” adalah sebuah konsep yang cacat. Bab ini pertama diperinci berbagai definisi. Komunikasi intrapersonal, tampak, muncul dari serangkaian kejanggalan logis dan linguistik. Pengertian tentang „communicaton intrapersonal‟ itu sendiri adalah ambigu: banyak definisi tampak melingkar karena mereka meminjam, menerapkan dan dengan demikian mendistorsi fitur konseptual (misalnya, pengirim, penerima, pesan, dialog) ditarik dari komunikasi antar-orang normal, tidak diketahui entitas atau orang -bagian yang diduga melakukan „intrapersonal‟ tukar, dalam banyak kasus, sebuah bahasa yang sangat pribadi yang mengemukakan, setelah analisis, ternyata benar-benar dapat diakses dan akhirnya tidak dapat dipertahankan. Secara umum, komunikasi intrapersonal tampaknya timbul dari kecenderungan untuk menafsirkan proses mental batin yang mendahului dan menyertai perilaku komunikatif kita seolah-olah mereka juga jenis lain proses komunikasi. Titik keseluruhan adalah bahwa rekonstruksi proses mental batin kita dalam bahasa dan idiom percakapan sehari-hari masyarakat sangat dipertanyakan, lemah di terbaik.

TEORI-TEORI KOMUNIKASI INTRAPERSONAL
1.      PSIKOLOGI SOSIAL
      Psikologi social adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dalma hubungan denagn situasi social. Latar belakang timbulnya psikologisosial berasal dari beberapa pandapat, misalnya Gabriel Tarde mengatakan, pokok-pokok teori psikologisosial  berpangkal pada proses imitasi sebagai dasar dari pada interaksi social antar manusia. Gustave Le Bon berpendapat bahwa pada manusia terdapat dua macam jiwa yaitu jiwa individu dan jiwamassa yang masing-masing berlainan sifatnya. Sigmund Freud berbeda dengan Le Bon, ia berpendapat bahwa jiwa massa itu sebenarnya sudah terdapat dan tercakup oleh jiwa individu, hanya saja tidakdisadari oleh manusia itu sendiri karena memang dalam keadaan terpendam. Pada tahun 1950 dan 1960 psikologi social tumbuh secara aktif dan program gelar dalam  psikologi dimulai disebagian besar universitas. Dasar mempelajari psikologi social bedasarkan  potensi-potensi manusia dimana potensi ini mengalami proses perkembangan setelah individu itu hidup dalam lingkungan.
Potensi-potensi itu antara lain :
1. Kemampuan menggunakan bahasa
2. Adanya sikap etik
3. Hidup dalam 3 dimensi



2.    Teori Pengolahan Informasi (Information Processing Theory)
            Teori ini menyatakan bahwa informasi mula-mula disimpan pada sensory storage (gudang inderawi), kemudian masuk short-term-memory (STM) lalu dilupakan atau dikoding untuk dimasukkan ke dalam long-term-memory (LTM). Otak manusia dianalogikan dengan komputer. Terdapat dua macam memori: memori ikonis untuk materi yang kita peroleh secara visual, dan memori ekosis untuk materi yang masuk secara auditif (melalui pendengaran). Penyimpanan disini berlangsung cepat, hanya berlangsung sepersepuluh sampai seperempat detik. Supaya dapat diingat, informasi harus dapat disandi (encoded) dan masuk pada STM. STM hanya mampu mengingat tujuh (plus atau minus dua) bit informasi. Jumlah bit informasi disebut rentangan memori (memori span). Untuk meningkatkan kemampuan STM, para psikolog menganjurkan kita untuk mengelompokkan informasi; kelompoknya disebut chunk. Bila informasi dapat dipertahankan pada STM, ia akan masuk pada LTM. Inilah yang umumnya disebut sebagai ingatan. LTM meliputi periode penyimpanan informasi sejak semenit sampai seumur hidup. Kita dapat memasukkan informasi dari STM ke LTM dengan chunking, rehearsals, clustering, atau method of loci.

3.    Teori Aus
            Menurut teori ini, memori hilang atau memudar karena waktu. Seperti otot, memori kita baru kuat bila dilatih terus menerus. Namun menurut Hunt, makin sering mengingat, makin jelek kemampuan mengingat. Dimana tidak selamanya waktu dapat mengauskan memori.

2.      Komunikasi Interpersonal
      Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan kepada pihak lain untuk mendapatkan umpan balik, baik secara langsung (face to face) maupun dengan media. Berdasarkan definisi ini maka terdapat kelompok maya atau faktual (Burgon & Huffner, 2002). Contoh kelompok maya, misalnya komunikasi melalui internet (chatting, face book, email, etc.). Berkembangnya kelompok maya ini karena perkembangan teknologi media komunikasi. Terdapat definisi lain tentang komunikasi interpersonal, yaitu suatu proses komunikasi yang  bersetting pada objek-objek sosial untuk mengetahui pemaknaan suatu stimulus (dalam hal ini: informasi/pesan) (McDavid & Harari).
      Fungsi Komunikasi interpersonal sebagai berikut: Untuk mendapatkan respon/ umpan balik. Hal ini sebagai salah satu tanda efektivitas proses komunikasi. Bayangkan bagaimana kalau tidak ada umpan balik, saat Anda berkomunikasi dengan orang lain. Bagaimana kalau Anda sms ke orang lain tetapi tidak dibalas? Untuk melakukan antisipasi setelah mengevaluasi respon/ umpan balik. Contohnya, setelah apa yang akan kita lakukan setelah mengetahui lawan bicara kita kurang nyaman diajak berbincang. Untuk melakukan kontrol terhadap lingkungan sosial, yaitu kita dapat melakukan modifikasi  perilaku orang lain dengan cara persuasi. Misalnya, iklan yang arahnya membujuk orang lain. Maha bijaksana Tuhan yang telah mengatur proses komunikasi intrapersonal yang melibatkan  beberapa unsur atau elemen sebagai berikut (Burgon & Huffner, 2002):

      Sensasi yaitu proses menangkap stimulus (pesan/informasi verbal maupun non verbal). Pada saat berada pada proses sensasi ini maka panca indera manusia sangat dibutuhkan, khususnya mata dan telinga.
      Persepsi yaitu proses memberikan makna terhadap informasi yang ditangkap oleh sensasi. Pemberian makna ini melibatkan unsur subyektif. Contohnya, evaluasi komunikan terhadap  proses komunikasi, nyaman tidakkah proses komunikasi dengan orang tersebut?
      Memori yaitu proses penyimpanan informasi dan evaluasinya dalam kognitif individu.
Kemudian informasi dan evaluasi komunikasi tersebut akan dikeluarkan atau diingat kembali  pada suatu saat, baik sadar maupun tidak sadar. Proses pengingatan kembali ini yang disebut sebagai recalling.
      Berpikir yaitu proses mengolah dan memanipulasi informasi untuk memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan masalah. Proses ini meliputi pengambilan keputusan, pemecahan masalah dan  berfikir kreatif. Setelah mendapatkan evaluasi terhadap proses komunikasi interpersonal maka ada antisipasi terhadap proses komunikasi yang selanjutnya. Contohnya, jika kita merasa tidak nyaman berkomunikasi dengan dosen maka kita mempunyai cara untuk antisipasi agar komunikasi di kemudian hari menjadi lancar. Seringkali komunikan tidak saling memahami maksud pesan atau informasi dari lawan  bicaranya. Hal ini disebabkan beberapa masalah antara:
a.Komunikator; Hambatan biologis, misalnya komunikator gagap.
Hambatan psikologis, misalnya komunikator yang gugup. Hambatan gender, misalnya perempuan tidak bersedia terbuka terhadap lawan bicaranya yang laki-laki. 

b.Media; Hambatan teknis, misalnya masalah pada teknologi komunikasi (microphone, telepon, power  point, dan lain sebagainya). Hambatan geografis, misalnya blank spot pada daerah tertentu sehingga signal HP tidak dapat ditangkap. Hambatan simbol/ bahasa, yaitu perbedaan bahasa yang digunakan pada komunitas tertentu. Misalnya kata-
kata “wis mari” versi orang Jawa Tengah diartikan sebagai sudah sembuh dari
sakit sedangkan versi orang Jawa Timur diartikan sudah selesai mengerjakan sesuatu. Hambatan budaya, yaitu perbedaan budaya yang mempengaruhi proses komunikasi.

c. Komunikate; Hambatan biologis, misalnya komunikate yang tuli. Hambatan psikologis, misalnya komunikate yang tidak berkonsentrasi dengan pembicaraan. Hambatan gender, misalnya seorang perempuan akan tersipu malu jika membicarakan masalah seksual dengan seorang lelaki.

Komunikasi bermedia (mediated communication) 


adalah komunikasi yang menggunakan saluran atau sarana untuk meneruskan suatu pesan kepada komunikan yang jauh tempatnya dan banyak jumlahnya. Salah satu bentuk komunikasi bermedia adalah komunikasi bermedia massa. Seringkali istilah "media massa" dan "komunikasi massa" dipergunakan untuk tujuan yang sama. Sesungguhnya kedua istilah tersebut adalah singkatan dari "media komunikasi massa" (media of mass communication).
Lalu untuk apa komunikasi harus bermedia? Karena Komunikasi bermedia tentunya lebih banyak membantu, terutama daya sebaran informasi yang masif atau mampu menjangkau audiens dalam lingkup luas/jumlahnya relatif besar. Sekat-sekat berupa jarak/ruang dan waktu semakin dapat ditembus bahkan kini aktivitas komunikasi menjadi semakin intens dan real time berkat kemajuan teknologi sebagai pendukungnya.
Persoalan yang patut dikemukakan adalah untuk apakah kita bermedia atau untuk apa kita saban hari memanfaatkan media? Dalam perspektif komunikasi, pertanyaan tersebut akan dapat dijawab bilamana dipahami terlebih dahulu tentang fungsi dasar media. Pelaksanaan dari fungsi tersebutlah kemudian akan membuahkan peranan yang dapat dipetik atas kehadiran media di hadapan kita. Perlu dipahami bahwa fungsi media pada dasarnya to inform memberikan informasi. Fungsi ini jika ditelusuri lebih jauh dan dilakukan secara terus menerus maka muncul apa yang dinamakan peranan.
Ada pun peranan itu di antaranya dapat disebutkan yakni sebagai:
(1) penghubung,
(2) pembentuk pendapat umum/opini publik,
(3) penambah pengetahuan/wawasan, pendidik massa,
(4) pengontrol atau kontrol sosial, dan

(5) penghibur kalangan luas.

Sabtu, 02 April 2016

PETEMUAN PERTAMA: PROSES KOMUNIKASI

PROSES KOMUNIKASI

·        -  Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil. Suatu proses mungkin dikenali oleh perubahan yang diciptakan terhadap sifat-sifat dari satu atau lebih objek di bawah pengaruhnya. (Wikipedia)
·         -  Komunnikasi menurut Rogers & O. Lawrence Kincaid “Komunikasi merupakan suatu interaksi dimana terdapat dua orang atau lebih yang sedang membangun atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lain yang pada akhirnya akan tiba dimana mereka saling memahami dan mengerti“.
Jadi, proses komunikasi adalah tahapan atau urutan atau cara untuk menyampaikan suatu hal kepada orang lain guna sebagai pertukaran informasi yang akan terjadi interaksi antar satu sama lain.
Dalam komunikasi ada dua pihak yaitu pengirim informasi dan penerima informasi. Pengirim informasi atau komunikator bermaksud menyampaikan gagasan (informasi, saran, permintaan, dst.) yang ingin disampikan kepada penerima dengan maksud tertentu. Dan penerima menterjemahkan gagasan tersebut  menjadi simbol-simbol (prosesencoding) yang selanjutnya disebut pesan (message).
Pesan tersebut disampaikan melalui saluran (channel) tertentu, misalnya dengan bertatap muka langsung, telepon, surat, dst. Setelah pesan sampai pada penerima, selanjutnya terjadi proses decoding, yaitu menafsirkan pesan tersebut. Setelah itu terjadilah respon pada penerima pesan. Respon tertuju pada pengirim pesan.
Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa komunikasi bisa terjadi karena adanya beberapa unsur yang terkait untuk membangun sebuah komunikasi. Berikut ini unsur pembangun komunikasi:
Sumber – Yaitu pusat informasi atau pengirim informasi. Komunikasi yang terjadi pada kita, bisa dari satu orang atau lebih (kelompok) misalnya sebuah organisasi, perkumpulan dsb. Sumber komunikasi disebut juga komunikator.
Penerima – Yaitu pihak dimana ia menjadi tujuan untuk dikirimi pesan atau info oleh sumber (komunikator). Penerima bisa terdiri dari satu orang atau lebih. Penerima juga bisa disebut komunikan.
Pesan – Adalah informasi yang disampaikan oleh pengirim pesan kepada penerima (komunikan). Pesan tersebut bisa disampaikan dengan secara langsung atau melalui media komunikasi yang tersedia.
Media – Yaitu alat yang digunakan dalam berkomunikasi untuk mengirim pesan (informasi) dari sumber kepada penerima.
Efek – Yaitu sebuah pengaruh yang dipikirkan dan dirasakan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Yang kemudian akan mempengaruhi sikap seseorang dalam menelaah pesan.
Umpan Balik – Yaitu sebuah bentuk tanggapan balik dari penerima setelah memperoleh pesan yang diterima.

Pada unsur komunikasi yang telah dijelaskan bahwa pihak yang mengirim pesan kepada khalayak disebut komunikator. Sebagai pelaku dalam proses komunikasi, komunikator memegang peranan yang amat penting terutama dalam berjalannya sebuah komunikasi. Sehingga pesan tersebut diterima oleh penerima (komunikan) dengan baik.

Fungsi Komunikasi

Menurut Rudolf F. Verderber, Komunikasi mempunyai dua fungsi. Pertama, fungsi sosial, yakni untuk tujuan kesenangan, untuk menunjukan ikatan dengan orang lain, membangun dan memelihara hubungan. Kedua, fungsi pengambilan keputusan, yakni memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu pada saat tertentu.



Encoding adalah proses pengemasan pesan dalam komunikasi, sedangkan decoding adalah proses kebalikannya, yaitu konversi data yang telah dikirimkan oleh sumber menjadi informasi yang dimengerti oleh penerima.
            Dalam komunikasi perlu adanya encoding dan decoding yang baik, agar proses komunikasi bisa berjalan dengan baik.
Encoding dapat dilakukan dengan tepat sehingga tujuan komunikasi tercapai jika penyampai pesan mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
1.      Pesan apa yang akan disampaikan?
penyampai pesan harus paham betul ide atau gagasan yang akan disampaikan tanpa memahami tentang apa yang akan disampaikan,
2.      Siapa pihak yang akan menerima pesan darinya? Siapa yang dimaksud dengan pertanyaan di atas bukan sekadar menyangkut nama tetapi latar belakang pendidikan dan sosial, tingkat perkembangan jiwanya, mindset, dst.
Isi pesan  sama namun jika penerima pesan berbeda misalnya dalam tingkat perkembangan, pendidikan, status sosial, latar belakang keahlian, maka kemasan pesan juga harus berbeda
3.      Dalam  bentuk apa pesan disampaikan: verbal atau non verbal?
Jika dalam bentuk verbal, kata apa atau kalimat yang   bagaimana yang dipilih. Kekeliruan dalam mengemas pesan dapat menyebabkan tujuan komunikasi tidak tercapai
Dalam penerimaan pesan ada beberapa tipe, yaitu:
·         Dominan
Ketika khalayak menerima pesan dari media secara penuh dan memaknai pesan tersebut seperti yang diinginkan oleh media maka khalayak berada pada posisi yang dominan [3]. Dalam hal ini berlangsung pertukaran komunikasi yang sempurna [3].
·         Negosiasi
Khalayak cukup memahami apa yang ditampilkan oleh media, tetapi tidak semua dimaknai sama [3]. Penerimaan dalam tipe ini mengandung dua hal, yaitu unsur adaptif dan oposisi [3]. Hal ini menunjukkan bahwa pesan dinegosiasikan [3].
·         Alternatif atau Oposisi
Ketika khalayak sama sekali menolak pesan yang disampaikan media maka khalayak tersebut berada pada posisi oposisi [3]. Mereka menolak pesan tersebut karena tidak sesuai dengan pengetahuan atau nilai yang dianutnya [3].

PRINSIP KOMUNIKASI

Dalam prinsip komunikasi ada beberapa yang perlu kita ketahui, yaitu:

PRINSIP 1 : KOMUNIKASI ADALAH SUATU PROSES SIMBOLIK
Salah satu kebutuhan pokok manusia, adlah kebutuhan simbolisasi atau penggunaan lambang. Ernst Cassier mengatakan bahwa keunggulan manusia atas makhluk lainnya adalah keistimewaan mereka sebagai animal symbolicum. Lambang atau symbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan kelompok orang. Lambang meliputi kata-kata (pesan verbal), perilaku nonverbal, dan objek yang maknanya disepakati bersama. Kemampuan manusia menggunakan lambang verbal memungkinkan perkembangan bahasa dan menangani hubungan antara manusia dan objek (baik abstrak mau pun nyata) tanpa kehadirah manusia dan objek tersebut. Lambang adalah salah satu kategori tanda. Hubungan antara tanda dengan objek dapat juga direpresentasikan oleh ikon dan indeks. Ikon adalah suatu benda fisik yang menyerupai yang direpresentasikannya. Representasi ini ditandai dengan kemiripan.

Indek adalah suatu tanda yang secara alamiah merepresntasikan objek lainnya. Istilah lain yang sering digunakan untuk indeks adalah sinyal (signal), yang dalam bahasa sehari-hari desebut juga gejala (symptom). Indek muncul berdasarkan hubungan antara sebab akibat yang punya kedekatan eksistensi.

Lambang mempunyai beberapa sifat seperti berikut ini :

- Lambang bersifat sembarang, manasuka atau sewenang-wenang

Apasaja bisa dijadikan lambang, bergantung pada kesepakatan bersama. Alam tidak memberikan penjelasan kepada kita mengapa manusiamenggunakan lambang-lambang tertentu untuk merujuk pada hal-hal tertentu baik yang konkret atau pun yang abstrak.

- Lambang pada dasarnya tidak mempunyai makna; kitalah yang memberikan makna pada lambang

Makna sebenarnya ada dalam kepala kita, bukan terletak pada lamban itu sendiri. Persolan akan timbul bila para peserta komunikasi tidak member makna yang sama pada suatu kata. Dengan kata lain, tidak ada hubungan yang alami antara lambang dengan referent (objek yang ditujunya).

- Lambang itu bervariasi

Lambang itu bervariasi dari sudut budaya ke budaya lain, dari suatu tempat ke tempat lain, dan dari suatu konteks waktu ke konteks waktu yang lain. Lamang itu maknanya dapat berubah.

PRINSIP 2 : SETIAP PERILAKU MEMPUNYAI POTENSI KOMUNIKASI

Kita tidakdapat tidak berkomunikasi (We cannot not communicate). Tidak berarti bahwa semua perilaku adalah komunikasi. Komuniikasi terjadi bila seseorang memberikan makna pada perilaku orang lain atau perilakunya sendiri.

PRINSIP 3 : KOMUNIKASI PUNYA DIMENSI ISI DAN DIMENSI HUBUNGAN

Dimensi isi disandi secara verbal, sementara dimensi hubungan disandi secara nonverbal. Dimensi isi menunjukan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaraktkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi itu, dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan. Tidak semua orang menyadari bahwa pesan yang sama bisa ditafsirkan berbeda bila disampaikan dengan cara berbeda. Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan sedangkan dimensi hubungan merujuk kepada unsur2 lain terlasuk juga jenis saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Pengaruh suatu pesan juga akan berbeda bila disjikan dengan media yang berbeda.

PRINSIP 4 : KOMUNIKASI ITU BERLANGSUNG DALAM BERBAGAI TINGKAT KESENGAJAAN

Komunikasi dilakkan dalam berbagai tingkat kesengajaan, dari komunikasi yang tidak sengaja sama sekali (missal ketika anda melamun sementara orang memperhatikan anda) hingga komunikasi yang benar-benar direnacanakan dan disadari (ketika anda menyampaikan suatu pidato). Kesengajaan bukanlah syarat untuk terjadinya komunikasi. Meskipun kita sama sekali tidak bermaksud menyampaikan pesan kepada orang lain, perilaku kita potensial untuk ditafsirkan atau tidak menafsirkan perilaku kita. Dalam berkomunikasi., kesadaran kita lebih tinggi dalam situasi khusus alih-alih dalam situasi rutin. Dalam komunikasi sehari-hari terkadang kita mengucapkan pesan verbal yang tidak kita sengaja. Namun lebih banyak pesan nonverbal yang kita tunjukan tanpa kita sengaja. Komunikasi telah terjadi bila penafsiran telah berlangsung. Terlepas dari apakah anda menyengaja perilaku tersebut atau tidak. Kadang-kadang komunikasi yang disengaja dibuat tampak tidak sengaka. Jadi, niat kesengajaan bukanlah syarat mutlak bagi seseorang untuk berkomunikasi. Dalam komunikasi antara orang-orang berbeda budaya ketidak sengajaan berkomunikasi ini lebih relevan lagi untuk kita perhatikan.

PRINSIP 5 : KOMUNIKASI TERJADI DALAM KONTEKS RUANG DAN WAKTU

Makna pesan juga bergantung pada konteks fisik/ruang, waktu, sosial, dan psikologis.Waktu juga mempengaruhi makna terhadap suatu pesan, misalnya orang menelpon dini hari dengan siang hari akan berbeda. Kehadiran orang lain, sebagai konteks sosial juga akan mempengaruhi orang-orang berkomunikasi, misalnya dua orang yang berkonflik akan canggung jika ada disituasi berdua tidak ada orang, namun dengan adanya orang ketiga, keeadaan akan bisa lebih mencair. Suasana psikologis peserta komunikasi tidak pelak mempengaruhi suasana komunikasi

PRINSIP 6 : KOMUNIKASI MELIBATKAN PREDIKSI PESERTA KOMUNIKASI

Ketika orang-orang berkomunikasi , mereka meramalkan efek perilaku komunikasi mereka, dengan kata lain, komunikasi juga terikat oleh aturan atau tatakrama. Artinya, orang orang memilih strategi tertentu berdasarkan bagaimana orang yang menerima pesan akan merespons. Prediksi ini tidak selalu disadari, dan sering berlamgsung cepat. Kita dapat memprediksi perilaku komunikasi orang lain berdasarkan peran sosialnya. Prinsip ini mengasumsikan bahwa hingga derajat tertentu ada keteraturan pada perilaku komunikasi manusia, dengan kat alain perilaku manusia minimal secara parsial dapat diramalkan.

PRINSIP 7 : KOMUNIKASI ITU BERSIFAT SISTEMIK

Setiap individu adalah suatu system yang hidup ( a living system ). Komunikasi juga menyangkut suatu system dari unsure-unsurnya. Setidaknya dua system dasar beroprasi dalam transaksi komunikasi itu : system internal dan eksternal. Sistem internal iti adalah seluruh system nilai yang dibawa oleh seorang individu ketika ia berpartisipasi dalam komunikasi, yang ia cerap selama sosialisasinya dalam eberbagai lingkungan sosialnya. Istilah lain yang identik dengan system internal ini adalah kerangka rujukan (frame of reference), bidang pengalaman (field of experience), struktur cognitive (cognitive structure), pola pikir (thinking patterns), keadaan internal (internal states), atau sikap (attitude). Pendeknya system internal ini mengandung semua unsure yang membentuk individu yang unik, termasuk cirri-ciri kepribadiannya, intelegensi, pendidikan, pengetahuan, agama, bahasa, motif keinginan, cita2, dan semaua pengalaman masalalunya, yang pada dsarnya tersembunyi. Kita haya dapat menduganya lewat kata yang ia ucapkan dan atau perilaku yang ia tunjukan. Setiap individu adalah system intermal.

Sistem Eksternal terdiri dari unsure-usnur dalam lingkungan di luar individu, termasuk kata-kat ayng ia pilih utk berbicara, isyarakat fisik peserta, dan temperature ruangan. Elemen-elemen ini adalah stimuli public yang terbuka bagi setiap peserta komunikasi dalam setiap transasks komunikasi. Akan tetapi karena masing2 orang mempunyai system nternal yang berbeda, maka setiap orang tdidak akan memiliki bidak perceptual yang sama, meskipun mereka duduk di ruang yang sama, kursi yang sama, menghadapai situasi yang sama. Komunikasi adalah produk dari perpaduan antara system internal dan system eksternal tersebut. Lingkungan dan objek mempengaruhi komunikasi kita namun persepsi kita atas lingkungan kita juga mempengaruhi cara berperilaku. Lingkungan di mana para peserta komunikasi itu berada merupakan bagian dari suatu system yang lebih besar.

PRINSIP 8 : SEMAKIN MIRIP LATAR BELAKANG SOSIAL BUDAYA SEMAKIN EFEKTIFLAH KOMUNIKASI

Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya (orang-orang yang sedang berkomunikasi).

PRINSIP 9 : KOMUNIKASI BERSIFAT NONSEKUENSIAL

Meskipun terdapat banyak modal komunikasi linier atau satu arah, sebenarnya komunikasi manusia dalam bentuk dasarnya bersifat dua arah.Beberapa pakar komunikasi mengakui sifat sirkuler atau dua arah komununikasi ini. Misalnya Frank Dance, Kincaid, dan Schramm yang mereka sebut model komunikasi antarrmanusia yang membusat, dan Tubbs. Komunikasi sirkuler ditandai dengan beberapa hal berikut :

1. Orang-roang yang berkomunikasi dianggap setara
2. Proses Komunikasi berjalan timbale balik (dua arah)
3. Dalam praktiknya, kita tidak lagi membedakan pesan dengan umpan balik.
4. Komunikasi yang terjadi sebenernya jauh lebih rumit.

Meskupun sifat sirkuler digunakan untuk menandai proses komunikasi, unsut proses komunikasi sebenrnya tidak terpola secara kaku. Pada dasarnya, unsure tersebut tidak berdada dalam suatu tatanan yang bersifat linier, sirkuler, helical atau tatanan lainnya. Unsur2 proses komunikasi boleh jadi beroprasi dalam suatu tatanan tadi, tetapi mungkin pula, setidaknya sebagaian, dalam suatu atatnan yang acak. Oleh karena itu, sifat nonsekuensial alih-alih sirkuler tampaknya lebih tepat digunakan untuk menandai proses komunikasi.

PRINSIP 10 : KOMUNIIKASI BERSIFAT PROSESUAL DINAMIS, DAN TRANSAKSIONAL

Komunikasi tidak mempunyai awal dan akhir, melainkan merupakan proses yang sinambung (continues). Komunikasi sebagai proses ini dapat dianalogikan dengan apa yang dikatakan Heraclitus enam abag sebelum Masehi bahwa: “Seorang manusia tidak akan pernah melangkah di sungai yang sama dua kali”. Komunikasi terjadi sekali waktu dan kemudian mwnjadi bagian dari sejarah kita. Dalam proses komunikasi, para peserta komunikasi saling mempengaruhi, seberapa kecil pun pengaruh itu, baik lewat komunikasi verbal maupun nonverbal. Pernyataan bahwa komunikasi telah terjadi sebenarnya bersifat artificial dalam arti bahwa kita mencoba menangkap suatu gambaran diam (statis) dari proses tersebut dengan maksud untuk menganalisis kerumitan peristiwa tsb, dengan menonjolkan komponen2 atau aspek2 yang penting. Implikasi dari komunikasi sebagai proses yang dinamis dan transaksional adalah bahwa para peserta komunikasi berubah (dari sekeedar berubah pengetahuan hingga berubah pandangan dunia dan perilakunya). Implosot dalam proses komunikasi sebagai transaksi ini adalah proses penyadian (encoding) dan penyadian balik (decoding). Para peserta komunikasi merupakan sumber informasi, dan masing2 memberi serta menerima epsan secara serentak. Kedudanya pada saat yang sama saling mempengaruhi.Padnangan yang dinamis dan transaksional member penekanan bahwa anda mengalami perubahan sebagai hasil terjadinya komunikasi. Perspektif transalksional member penekanan pada dua sifat peristiwa komunikasi, yaitu serentak dan saling mempengaruhi para pesertanya menjadi saling bergantung dan komunikasn mereka hanya dapat dianalisis berdasarkan konteks peristiwanya

PRINSIP 11 : KOMUNIKASI BERSIFAT IRRESVERSIBLE

Sekali adna mengirimkan suatu pesan, anda tidak dapat mengendalikan pengaruh pesan tersebut bagi khalayyak apalagi menghilangkan efek persantersebut sama sekali. Sifat irreversible ini adalah implikasi dari komunikasi sebagai suatu proses yang selalu berubah. Prinsip ini seharusnya menyadarkan kita bahwa kita harus berhati2 untuk menyampaikan suatu pesan kepad aorang lain, sebab yaitu tadi, efeknya tidak bisa ditiadakan sama sekali. Meskipun kita berusaha meralatnya, apalagi bila penyampaian pesan itu dilakukan untuk pertama kalinya Dalam kkomunikasi massa, sekali wartawan menyiarkan suatu berita yang tanpa disengaja mecemarkan nama baiks eseorang

PRINSIP 12 : KOMUNIKASI BUKAN PANASEA UNTUK MENYELESAIKAN BERBAGAI MASALAH

Bayak persoalan dan konflik antarmanusia disebabkan oleh masalah komunikasi. Namun komunikasi itu sendiri bukanlah panasea (obat mujarab) untuk menyelesaikan persoalan atau konflik itu. Karena persoalan atau konflik tsb mungkin berkaitan dengan masalah structural. Agar komunikasi efektif, kendala structural ini juga harus diatasi.

Senin, 21 Maret 2016

Coretan Bahasa Kalbu: Berdamailah Dengan Hati


Setiap insan manusia pasti memiliki apa itu kesedihan, baik yang tersirat maupun yang tersurat. Banyak faktor yang membuat hati merasa tersakiti, tapi yang harus di ingat adalah tingkat penyebab seseorang yang merasakan sakit itu berbeda-beda. Yang akan kita kaji adalah faktor terbesar penyebab kesedihan adalah sakit hati. Untuk jiwa muda seperti kita penyebab terbanyak adalah masalah hati yang berawal dari harapan kepada seseorang. Semakin besar harapan kita kepada seseorang semakin besar juga kita merasa tersakiti, sebaliknya semakin kecil harapan yang kita tanam kepada seseorang semakin kecil juga resiko sakit hati.
            Seperti halnya pohon, semakin tinggi dan besar akan semakin banyak angin yang menerpanya, begitupun sebaliknya. Hal itu sama halnya seperti harapan yang kita tanamkan kepada seseorang.
Semua hati yang di rasakan setiap insan itu bersifat rahasia, bisa jadi yang mereka lihat dari diri kita bahagia belum jadi kita bahagia seutuhnya. Begitupun sebaliknya, sosok yang mereka lihat sedih dari diri kita bukan berarti kita sedih, bisa jadi kita adalah seseorang yang pandai dalam bersandiwara. Dalam hidup sandiwara adalah hal yang harus kita lakukan, bagaimana tidak? Untuk menghadapi tantangan dan ujian di hidup ini seseorang harus kuat, keberadaan kuat karena ada yang tak kuat. Mungkin awalnya kita harus tertatih terlebih dahulu, yang awalnya tertatih lalu bangkit sampai akhirnya kita menjadi sosok yang luar biasa karena mentaklukan masalah tersebut.

Intinya, mengenai hati kita harus pandai dalam menguasainya. Menguasai hati adalah pemenang yang nyata, karena hati itu adalah tempat paling jujur dalam diri setiap insan. Dan yang terpenting adalah menerima, karena penerimaan kita adalah yang ingin hati sampaikan kepada kenyataan. Berdamailah dengan hati.

Jumat, 18 Maret 2016

Coretan harian

Mengapa setiap insan harus saling berkasih sayang? Karena setiap hati menyimpan sebuah nama”

“Kenangan adalah suatu gangguan dimana hati dan otak tidak bisa menyingkronkan masa lalu”

“Banyak yang bertanya kenapa seseorang masih sendiri? Mungkin sudut fikirnya ada yang mengganjal yaitu luka”

“Alasan bagaimana mungkin seseorang masih berharap adalah mungkin dia sedang menikmati dunianya bersama orang lain yang dia kira adalah jodohnya”

“Hal yang paling tragis adalah tersenyum dalam luka, karena memaksakan hatinya”

“Dilema yang mendalam ketika banyaknya pilihan tetapi hati menuju ke satu titik yang tak tahu arahnya”

“Lelahnya hati seperti berlari berputar ke satu hati, olehnya tak dapat sampainya”

“Bisa jadi kita seperti pahlawan tanpa pengakuan, yang merelakan kebahagiaannya bersama orang lain”

“Karena bahagiaku adalah kau bahagia”

“Jangan terlalu mengejar dunianya terlalu dalam, itu hanya bebodohan dalam mencintai seseorang”

“Tak ada perpisahan seindah pertemuan”

“Karena hati mempunyai batasan, kita tak perlu memaksakan kehendak hati. Biarkan kerja hati sebagaimana maunya”

“Mungkin perasaan tanpa nama adalah kiasan untuk jiwa yang lelah berharap”

“Berpandailah dalam sembunyi, bukan karena kita takut. Tapi ada alasan tersendiri yang membuat kita berfikir ‘mungkin sembunyi cara terbaik untuk hati yang masih berharap’ dan jangan sekali-kali bersandiwara karena hati tak menginginkannnya”







Kamis, 17 Maret 2016

Kembalinya seberkas cahaya yang hilang: Selamat datang kembali Pembina Purna di PKTJ



Kembalinya seberkas cahaya yang hilang: Selamat datang kembali Pembina Purna di PKTJ

Terhitung sudah satu tahun lalu kita berpisah
Tak ada kata yang dapat bibir ucapkan
Mungkin hanya air mata yang dapat memberikan arti dari kehilangan
Lagi pula, tak ada perpisahan seindah pertemuan
Tapi bagaimanapun semua yang terjadi adalah kehendak-Nya

Bukan perpisahan yang di sesalkan
Tetapi pertemuan yang menyebabkan perpisahan ini
Satu tahun lalu, kampus PKTJ telah kehilangan cahaya-cahaya bagi tarunanya
Tetapi hari ini cahaya tersebut datang lagi dari petangnya langit

Rasa suka cita terasa begitu hebat dalam sanubari
Menyambut sosok yang sangat di rindukannya
Ada beberapa cahaya yang hilang dari sosoknya
Tiga cahaya tak kembali

Ada cahaya yang hilang terambil di gelapnya langit
Ada juga yang hilang karena lelah menyinari malam
Dan yang satu lagi sedang nyaman di belahan langit lainnya

Tetapi tak mengurangi kharisma dari cahaya cahaya yang kembali
Sekali lagi, terucapnya “Selamat datang kembali pak, di kampus PKTJ”

No Harm Tonight: Sebuah cerita tentang perasaan




Sebuah kata yang tertulis tak cukup untuk mengungkapkan isi hati. Bercerita tentang keadaan dimana kita saling menjalani hari bersama, tentang rasa nyaman, tentang hati yang terisi.
Dari setiap abjad yang terukir entah mengapa selalu ada sosokmu yang tampak, dari angka nol sampai Sembilan sosokmu selalu mengisi diantaranya, dari gelapnya langit ada bintang bersinar dan mungkin itu adalah sosokmu.
Barang kali sesuatu dapat membuka ingatan yang lama sembunyi, adalah sebuah keadaan dimana memori dalam ingatan ini secara tak stabil kerjanya. Berbagai rasa yang hadir di dalamnya, suka duka pilu bekerja mempengaruhi kinerja otak tak berjalan semestinya. Sinyal dari otak yang begitu hebatnya mempengaruhi hati.
Tak bertujuan ataupun tak bermaksud apa-apa, hanya kejadian yang perlu atau bahkan harus aku bagi ke kamu. Bukankah kita dulu selalu membagi segala hal? Bahkan hal-hal konyol sekalipun. Hanya sebagai pengingat bahwa dulu kita pernah mengisi satu sama lain, bagaimanapun dulu kau pernah menjadi bagian dari hidupku. Apabila kita kaitkan dengan keadaan sekarang, dan kita ceritakan lewat ucapanpun tak berarti apa-apa.
Aku hanya ingin berterima kasih, karenamu aku mengerti apa arti dari memiliki.
Terima kasih telah hadir di hidupku, terima kasih telah memberi warna bak pelangi setelah hujan turun. Aku harap kita masih bisa berbagi satu sama lain yang berbau demi kemajuan pribadi masing-masing. Jalan kita tak berbeda, hanya saja cara yang kita tempuh yang berbeda. Kita tetap dengan tujuan yang sama.

Tak bosannya, aku ucapkan terima kasih!